Berandang-Bengkulu. HARI Tuberkulosis (TBC) Sedunia diperingati tiap 24 Maret. Di Indonesia, peringatan dengan tujuan membangun kesadaran terhadap bahaya TBC kali ini mengusung tema ‘Peduli TBC, Indonesia Sehat’. Tema itu dimaksudkan guna meningkatkan kepedulian peran serta pemangku kebijakan dan masyarakat, mendukung upaya eliminasi Tuberkulosis.
Termasuk di Bengkulu, Dinas kesehatan bersama organisasi Aisyiah dan Ikadan Dokter Indonesia lakukan gerakan ‘Ketuk Pintu’ untuk penyuluhan dan memberian informasi mengenai TBC. Komunikasi dari rumah ke rumah, juga bertujuan menemukan jika ada orang yang terjangkit TBC, kemudian merujuk ke fasilitas kesehatan yang tersedia.
“Saya mengapresiasi gerakan kerja sama ini, melibatkan masyarakat kemudian memberikan penanganan, menjadi efektif. Apa lagi tadi disebutkan bisa mencapai 10 rumah perhari per kader kesehatan. Luar biasa,” apresiasi Pelaksana tugas Gubernur Rohidin Mersyah saat seminar nasional Hari TBC Sedunia di salah satu kampus swasta, Selasa (27/3).
Kepedulian dan gerakan nyata itu, lanjut Rohidin, senada dengan semangat tema global “Wanted: Leaders for a TB-Free world. You can make history. End TB”. Menurutnya, TBC termasuk endemi di dunia, termasuk di Indonesia dan Bengkulu belum terbebas. Menekan angka wabah TBC, tegas Rohidin, perlu kepedulian seluruh lapisan masyarakat.
Rohidin juga berharap, gerakan ‘Ketuk Pintu’ bisa dilakukan hingga ke pelosok desa. Dengan begitu, menurutnya, dapat menjadi sarana penyuluhan hidup sehat, pencegahan serta pengendalian TBC. Jika pun menemukan penderita TBC, dirinya meninta agar ada pendampingan dalam mengakses fasilitas kesehatan, supaya bisa diobati hingga sembuh.
“Jika pola seperti ini dilakukan secara menyeluruh, kita ingin Bengkulu bisa terbebas dari TBC. Itu target kita,” tegasnya.

Seminar Pendidikan Tentang Penyakit TBC
Seminar Pendidikan Tentang Penyakit TBC
(Adv/Humas Pemprov Bengkulu)
EVAN
***
Komentar