Berandang.com- Berwisata sambil belajar sejarah, tentu akan memberikan sensasi tersendiri bagi para wisatawan. Hal ini, bisa anda coba di Benteng Marlborough Bengkulu.
Wisata sejarah satu ini menyimpan misteri dan keindahan arsitektur. Terletak di tepi Pantai Tapak Paderi, Kota Bengkulu, Benteng ini jadi saksi pendudukan kolonial Inggris di Bengkulu. Benteng ini didirikan oleh “East India Company” (EIC) pada 1713-1719 di bawah pimpinan gubernur Joseph Callet sebagai benteng pertahanan sekaligus kantor dagang Inggris.
Konon, benteng ini merupakan benteng terkuat Inggris di wilayah Timur setelah benteng St. George di Madras, India. Benteng ini didirikan di atas bukit buatan, menghadap ke arah Kota Bengkulu dan memunggungi Samudera Hindia di tepi Pantai Tapak Paderi.
“Dari catatan sejarah dan foto-foto yang dipajang dalam bangunan benteng ini kita bisa tahu Bengkulu punya sumber daya alam yang melimpah, sehingga Inggris pun membuka kantor dagang di sini,” kata Putra Iswadi, pengunjung asal Jakarta yang mengisi libur Lebaran bersama keluarganya di Bengkulu beberapa waktu lalu.
Iswadi mengatakan Bengkulu merupakan daerah kecil yang unik dan mempunyai sejarah besar. Bahkan daerah ini menjadi satu-satunya wilayah di Indonesia yang pernah menjadi koloni Inggris sebelum ditukar dengan Singapura.
Kadis Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Almidianto mengatakan “Benteng Marlborough dan rumah Bung Karno adalah favorit bagi para wisatawan yang berkunjung ke Bengkulu”.(24/01/2022)
“Setiap libur Lebaran juga dua objek wisata ini yang paling dipadati selain kawasan Pantai Panjang,” kata dia.
Pengunjung yang mendatangi Benteng Marlborough selama libur Lebaran bisa mendekati angka 10.000 orang.
Sisi lain, Bengkulu juga memiliki wisata bersejarah lainnya seperti rumah Pengasingan Bung Karno. Disitu, pengunjung bisa mempelajari jejak peninggalan sejarah semasa Bung Karno diasingkan dan Bung Karno bertemu Fatmawati, putri seorang tokoh Muhammadiyah Bengkulu.(Red/Adv)
Komentar