Berandang.com – Benteng Malborough peninggalan Inggris yang terletak di tepi pantai Kota Bengkulu, menjadi wisata sejarah andalan. Selain menyimpan peninggalan sejarah, benteng Malborough juga memiliki view yang indah.
Namun untuk bisa berkunjung ke lokasi ini, manajemen pengelola mewajibkan para pengunjung mematuhi protokol kesehatan.Menggunakan masker, mencuci tangan dan tetap menjaga jarak.
Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu mencatat selama masa pandemi Covid-19, sebanyak 1.200 orang masih berkunjung ke objek wisata bersejarah peninggalan kolonial Inggris, Benteng Marlborough di Kota Bengkulu.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Irsan Setiawan, mengatakan objek wisata Benteng Marlborough sempat ditutup pada Maret 2020 pada awal maraknya pandemi, lalu dibuka kembali pada 5 Juli 2020.
“1200 hanya terhitung waktu efektif selama tiga bulan. Jadi hari biasa, wisatawan bisa membludak dua kali lipat,” kata Irsan.
Sementara itu, adanya pemberlakuan pembatasan operasional dan kunjungan turut mempengaruhi datangnya pengunjung. Irsan mengatakan, selama ini banyak pengunjung datang pada sore hari. Namun, pada masa pandemi, Benteng Malborough hanya buka dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB.
Atas merosotnya jumlah kunjungan wisatawan, objek wisata di bawah pengawasan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi ini hanya mampu menyumbang restribusi senilai Rp 6 juta kepada daerah. *(ET)
Komentar